Wanita-Wanita Luar Biasa dan Penyakit Mental Mereka




Apa yg terbesit dibenakmu ketika mendengar nama Marilyn Monroe, Putri Diana dan Nina Simone?. Kita memikirkan mereka sebagai orang-orang populer dengan bakat mereka, karya mereka, dan prestasi yang relatif banyak jumlahnya.


Sementara pemikiran mengenai kesehatan mental mereka biasanya tidak terlintas dalam pikiran kita, mereka hanya insan & masing-masing mengalami perjuangan yg sama seperti yang banyak kita hadapi. Kenyataannya, poly tokoh luar biasa yg berjuang mengatasi penyakit mental mereka, sebuah warta yang tak jarang diabaikan dan mereda selain ketenaran sang selebriti.


Mari kita mengingat para wanita luar biasa yg bekerja melalui kesehatan mental mereka pada saat-saat penyakit mental bukan sesuatu yang diperhatikan.


Marilyn Monroe

Marilyn Monroe adalah well known particular person global yang terkenal lantaran bakatnya. Bakatnya pada modeling dan bernyanyi diakui secara luas & Marilyn dinyatakan menjadi ikon kecantikan sepanjang tahun 1940-an, 50-an, sampai hari ini. Apa yg banyak orang tidak ketahui mengenai Monroe merupakan bahwa selama bertahun-tahun, beliau berjuang dengan penyakit mentalnya sendiri dan penyakit orang lain pada keluarganya. Di bawah kemewahan dan ketenaran, Monroe depresi berat dan kecanduan narkoba. Dia kemudian kehilangan nyawanya karena overdosis obat.


Diana, Putri Wales

Putri Diana, yang pula dikenal sebagai Putri Rakyat, diidolakan lantaran keanggunannya, selera berpakaiannya dan kedermawanannya. Sampai hari ini, orang-orang selalu memiliki hal-hal baik buat dikatakan mengenai Putri Diana. Hubungannya dengan global pada luar kehidupan kerajaan begitu mengesankan. Tetapi kehidupan kerajaan mempunyai tantangannya sendiri; Diana bergelut menggunakan bulimia yaitu sebutan buat gangguan makan yang menciptakan penderitanya makan berulang-ulang lalu kembali memuntahkannya, bulimia kerap disebabkan sang psikologi seseorang, misalnya lantaran stres atau depresi .


Nina Simone

Nina Simone, seseorang penyanyi populer dan aktivis hak-hal sipil pada 1960-60an, ia membuka jalan bagi wanita Afrika-Amerika buat bisa menonjol dalam kesenian. Nina terlahir menurut famili yang miskin, namun dengan tekadnya yang besar  akhirnya Nina mendaftar ke sebuah sekolah seni The Juilliard College buat mewujudkan mimpinya. Simone menjadi panutan bagi wanita & kisahnya patut buat ditiru. Sampai kematiannya dalam tahun 2003, Simone diketahui berjuangan dengan gangguan bipolar & depresi manik.


Bayangkan engkau  ada pada sorotan orang-orang, menghadapi global yg menonton, yg menunggu kamu buat jatuh. Girl Gaga sudah terbuka mengenai pengalamannya menggunakan kecemasan & depresi. Demi Lovato mengalami overdosis obat yang mengancam jiwanya pada tahun 2018.


Sebagai seseorang yang berjuang dengan penyakit mental sendiri, aku  memahami betapa sulitnya buat dianggap serius menjadi seorang wanita. Kita sering mendengar frasa penolakan seperti “berhenti bersikap dramatis,” “Kamu bereaksi hiperbola”, atau “jangan terlalu emosional”.


Wanita-wanita tersebut merupakan idola bagi poly berdasarkan kita. Apabila engkau  atau seorang yang kamu kenal mencari bantuan buat kesehatan mental mereka, ketahuilan bahwa engkau /mereka 100% layak mendapatkannya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url